www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Hotspot di Riau Kembali Melonjak, Tembus 222 Titik
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Di Antara Banjir dan Harapan, Warga Kuansing Menanti Terwujudnya Kawasan Transmigrasi Baru
Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:30:37 WIB
Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi (keempat dari kiri) menerima cinderamata dari plt Bupati Kuansing Muklisin (kelima dari kiri). Foto: Humas Kementrans
Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi (keempat dari kiri) menerima cinderamata dari plt Bupati Kuansing Muklisin (kelima dari kiri). Foto: Humas Kementrans

JAKARTA – Banjir musiman masih menjadi persoalan yang terus dihadapi sebagian masyarakat yang bermukim di bantaran Sungai Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Setiap musim hujan tiba, luapan sungai tidak hanya menggenangi permukiman, tetapi juga merendam lahan pertanian dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Di tengah kondisi tersebut, muncul harapan baru setelah Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi mengajukan pembukaan kawasan transmigrasi baru.

Usulan itu dipandang bukan sekadar sebagai program perpindahan penduduk, tetapi juga menjadi peluang untuk menyediakan permukiman yang lebih aman dari ancaman banjir, lahan usaha yang produktif, serta infrastruktur yang lebih memadai bagi masyarakat.

Bagi warga yang selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan banjir, program tersebut diharapkan dapat membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.

Kuansing Punya Sejarah Panjang Program Transmigrasi

Kabupaten Kuantan Singingi bukanlah daerah yang asing dengan program transmigrasi. Sejak dekade 1980-an, ribuan keluarga transmigran telah menetap dan membangun kehidupan di sejumlah wilayah, seperti Simandolak, Teluk Kuantan, Lipat Kain, hingga Singingi.

Program tersebut telah melahirkan berbagai kisah keberhasilan. Banyak keluarga transmigran yang berhasil meningkatkan taraf hidup dan membesarkan anak-anak mereka hingga menjadi petani, pelaku usaha, aparatur sipil negara, bahkan pemimpin daerah.

Salah satu contohnya adalah Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kuansing Muklisin, yang berasal dari keluarga transmigran. Perjalanan hidupnya menjadi gambaran bahwa program transmigrasi pernah menjadi sarana mobilitas sosial bagi masyarakat.

Diharapkan Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Pemerintah daerah melihat pembukaan kawasan transmigrasi baru tidak hanya sebagai solusi bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir, tetapi juga sebagai peluang menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Kuantan Singingi.

Namun, realisasi program tersebut memerlukan sejumlah persiapan. Pemerintah harus memastikan lahan yang diusulkan memiliki status hukum yang jelas, bebas dari sengketa, serta sesuai dengan rencana tata ruang wilayah.

Pemenuhan persyaratan tersebut dinilai penting agar pembangunan kawasan transmigrasi dapat berjalan tanpa menimbulkan persoalan hukum maupun sosial di kemudian hari.

Harapan akan Kehidupan yang Lebih Baik

Apabila seluruh tahapan dapat dipenuhi, kawasan transmigrasi baru diharapkan tidak hanya menyediakan hunian bagi masyarakat, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti sekolah, layanan kesehatan, jaringan jalan, serta akses ekonomi yang lebih baik.

Bagi masyarakat yang selama ini hidup di kawasan langganan banjir, harapan mereka sederhana, yakni memiliki tempat tinggal yang lebih aman, akses pendidikan yang tidak lagi terganggu genangan air, serta kesempatan membangun kehidupan yang lebih sejahtera.

Pada akhirnya, program transmigrasi tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan penduduk. Lebih dari itu, program ini diharapkan menjadi awal baru bagi masyarakat untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak, aman, dan berkelanjutan.(Rls)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi hotspot di Riau meningkat (foto/int)Hotspot di Riau Kembali Melonjak, Tembus 222 Titik
F-16 Lanud Roesmin Nurjadin turun pantau Karhutla di Riau (foto/int)Langit Riau Dipantau F-16, Lanud Roesmin Nurjadin Deteksi Dini Titik Karhutla
Pedagang STC Laporkan Firman ke BK DPRD Pekanbaru
Plt Gubri kirim personel Satpol PP penanganan Karhutla Siak (foto/int)Karhutla Riau Diantisipasi Sejak Dini, Hampir 50 Personel Satpol PP Dikirim ke Siak
Ilustrasi hotspot Riau turun tajam (foto/int)Hotspot Riau Turun Tajam, dari 292 Kini Tersisa 176 Titik
  Ketua BK DPRD Pekanbaru, Nofrizal (foto/int)BK Benarkan Adanya Aduan Pedagang STC Terkait Pemberitaan Anggota Dewan
Pemprov Riau dan HK cari jalan tengah soal angkutan CPO di Tol Pekanbaru-Dumai (foto/ist)Pemprov Riau dan HK Bahas Pembatasan Truk CPO di Tol Pekanbaru-Dumai
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto.Plt Gubri SF Hariyanto Tekankan Kolaborasi Hadapi Ancaman Karhutla
asat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos P bersama Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Siak OK Mohd Rizky Pranajaya saat melalukan olah TKP di lokasi Karhutla Dayun, Senin (7/9/2026). Polres Siak Tindak Pelaku Pembakaran Lahan, Tiga Kasus dan Empat Tersangka Terungkap
Tablig akbar bersama UAS di Rengat dihadiri ribuan warga (foto/ist)Tablig Akbar di Rengat Dihadiri Ribuan Warga, UAS Sampaikan 5 Pesan untuk Keberkahan Negeri
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Kabut Asap Tebal Sesakkan Dada Warga Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved